JOKOWI PERKUAT HILIRISASI DI SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR
Pemerintah terus bertekad untuk memperkuat hilirisasi di sektor industri manufaktur. Sebab, bukti nyata multiplier effect bagi perekonomian nasional
Indonesia telah berkomitmen untuk terus menggenjot penghiliran. Kini, pengembangan industri penghiliran sudah mulai terlihat hasilnya. Wajar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) seringkali mengangkat masalah penghiliran tersebut.
Dalam sambutan di depan umum, ketika menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keungan, Senin (6/2/2023), masalah penghiliran kembali disinggung. Di depan para investor yang menghadiri ajang Mandiri Investment Forum, Presiden Jokowi menyinggung soal penghiliran industri pertambangan.
Presiden Jokowi mengingatkan, kebijakan penghiliran tambang yang dilakukan pemerintah telah menuai hasil. Dia pun mencontohkan, larangan ekspor nikel sejak Januari 2020 yang diikuti dengan penghiliran produk nikel di tanah air, mendorong nilai ekspor nikel dari USD1,1 miliar menjadi USD30 miliar—USD33 miliar pada 2022.
“Bayangkan, dari kira-kira Rp17 triliun kemudian melompat menjadi Rp450 triliun, betapa nilai tambah itu sangat besar sekali,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga meminta dukungan dari semua pihak. Termasuk, pelaku industri keuangan untuk mendukung arah penghiliran yang disusun pemerintah.
Tidak dipungkiri, sektor industri termasuk subsektor penghiliran, menunjukkan kinerja sangat baik pada 2022 dengan mencatatkan angka pertumbuhan 5,01 persen, serta menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi perekonomian, yaitu sebesar 1,01 persen. Merujuk data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), setidaknya terdapat tiga hal yang mendukung pertumbuhan sektor itu.
Pertama, hilirisasi industri yang terus meningkat. Lalu, pertumbuhan industri otomotif yang mencapai dua digit. Dan ketiga, produk hasil manufaktur Indonesia yang telah masuk dalam bagian global value chain.
Data Kemenperin juga menyebutkan, keberhasilan dari hilirisasi ditunjukkan dengan pertumbuhan industri logam dasar yang mencapai 14,8 persen atau tumbuh dua digit. Begitu pula dengan industri otomotif yang sebesar 10,67 persen.
“Kedua produk tersebut juga telah masuk dalam mata rantai global, sehingga dapat dikatakan program hilirisasi yang kita galakkan telah mencapai sasaran. Kami berharap pertumbuhan double digit ini bisa terus berlanjut di tahun 2023,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (7/2/2023).
Nikel merupakan satu dari empat komoditas utama penghiliran di industri tambang. Dalam kerangka penghiliran industri berbasis mineral tambang, Kemenperin menyebutkan ada empat komoditas utama penghiliran selain nikel, yakni besi baja, aluminium, dan tembaga.

Komentar
Posting Komentar