JOKOWI GENCARKAN STRATEGI KHUSUS BIDIK PASAR EKSPOR PERIKANAN
Tahun 2022 dibuktikan sebagai momentum akselerasi, di mana tercatat peningkatan nilai ekspor perikanan sebesar 10,66 persen pada kurun Januari--November. Pemerintah terus mempromosikan branding produk perikanan Indonesia dengan tagline “Indonesia Seafood: Naturally Diverse” dan subtagline “Safe and Sustainable” di berbagai pameran dan pertemuan internasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan, ekspor perikanan di 2023 sebesar USD7,66 miliar. Selain ekspor, pertumbuhan produk domestik bruto juga ditargetkan di angka 5--6 persen, kemudian angka konsumsi ikan 61,02 kg/kapita.
Tak hanya itu, Menteri Trenggono juga menargetkan, produksi garam sebanyak 1,5 juta ton, nilai tukar nelayan mencapai 107--108, dan persentase kepatuhan pelaku usaha KP 97 persen, penyelesaian penataan ruang dan rencana zonasi pesisir 32 kawasan.
"Kemudian, luas kawasan konservasi 29,1 juta hektare, pengelolaan dan pemanfaatan WPP secara berkelanjutan di 11 WPP, proporsi tangkap jenis ikan yang berada dalam batasan biologis yang aman, yakni 76 persen," terang Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI yang digelar pada Selasa, 17 Januari 2023.
Di sisi lain, pada Januari hingga Desember 2022, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD5,71 miliar atau Rp84,60 triliun atau naik 10,66 persen dibandingkan periode yang sama di 2021. Untuk nilai impor pada 2022 mencapai USD0,64 miliar atau Rp9,45 triliun. Sementara itu, neraca perdagangan produk perikanan mengalami surplus sebesar USD5,07 miliar atau naik 7,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuktikan, tahun 2022 sebagai momentum akselerasi. Hasilnya, KKP mencatat peningkatan nilai ekspor perikanan 10,66 persen pada periode Januari--November 2022, dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dalam siaran pers Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Ishartini, di akhir Desember lalu, disebutkan bahwa nilai ekspor perikanan periode Januari--November 2022 mencapai USD5,71 miliar. Sementara itu, nilai impor di periode yang sama hanya USD0,64 miliar. Artinya, masih surplus neraca perdagangan hasil perikanan sebesar USD5,07 miliar.
Adapun komoditas utama ekspor Indonesia meliputi udang dengan nilai USD1.997,49 juta, tuna-cakalang-tongkol senilai USD865,73 juta, cumi-sotong-gurita sebesar USD657,71 juta, rumput laut sebesar USD554,96 juta, dan rajungan-kepiting sebesar USD450,55 juta. Komoditas-komoditas itu dikirim ke negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat senilai USD2,15 miliar (37,63 persen), Tiongkok USD1,02 miliar (17,90 persen), Jepang USD678,13 juta (11,89 persen), Asean USD651,66 juta (11,42 persen), serta 27 negara Uni Eropa senilai USD357,12 juta (6,26 persen).

Komentar
Posting Komentar