JALANKAN INSTRUKSI JOKOWI, TATA RUANG OBJEK VITAL NASIONAL AKAN DI EVALUASI
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi untuk mengevaluasi tata ruang objek vital nasional, buntut tragedi kebakaran Terminal BBM Plumpang.
Erick menuturkan, saat ini rata-rata jarak aman (buffer zone) di objek vital nasional sangat tipis dengan pemukiman warga. Dia berkata, evaluasi ini disampaikan kepada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Bapak Presiden sudah instruksikan bagaimana Pak heru sebagai Pj Gubernur, kami dari pemerintah pusat, Kementerian BUMN, maupun pihak Kapolri untuk sinkronisasikan tata ruang bersama," ujarnya saat mengunjungi RSPP, Sabtu (4/3).
Dia menjelaskan, jarak aman Terminal BBM Plumpang dengan pemukiman warga semakin tipis sejak Reformasi tahun 1998. Padahal di tahun 1971-1987, jaraknya masih sangat aman dengan penduduk.
"Kalau kita lihat buffer zone Pertamina di tahun 1971-1987 ada petanya itu sangat aman. Tetapi setelah Reformasi di tahun 98 memang kalau kita lihat banyaknya kehilangan lahan," ungkap Erick.
Erick menegaskan, arahan Jokowi ini tidak hanya untuk Terminal BBM Plumpang saja, melainkan di seluruh objek vital nasional. Hal ini menyusul arahannya dua tahun lalu kepada Pertamina, MIND ID, PLN, dan Pupuk Indonesia untuk mengevaluasi zona aman ini.
"Kalau tidak mungkin ya kita relokasi, seperti yang didorong waktu itu dua tahun lalu untuk memindahkan Plumpang ke Pelindo (pelabuhan). Satu dan lain halnya saya akan dicek ulang," jelas dia.
Meski begitu, dia meminta soal tata ruang dan relokasi pemukiman ini perlu dukungan pemerintah daerah (Pemda). Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang membahayakan warga sekitar.
"Saya rasa Presiden ingin memastikan beberapa hari ke depan ini bisa terjadi kesepakatan atau rencana jangka menengah dan panjang. tapi prioritas saat ini kita hadir bersama korban," tegas Erick.

Komentar
Posting Komentar