SURVEI INDOMETER: 76,7 PERSEN PUBLIK APRESIASI KEPEMIMPINAN JOKOWI

           


Mayoritas publik memberikan apresiasi positif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi jelang tahun politik. Dimana, Indonesia akan menggelar pemilu 2024.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei INDOMETER yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi mencapai 76,7 persen. Dalam keterangan survei Indometer, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi bertahan pada kisaran di atas 75 persen.

Kemudian, pada survei terbaru, sebanyak 8,6 persen bahkan menyatakan sangat puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Hanya 21,8 persen yang merasa tidak puas, di antaranya 1,8 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 1,5 persen.

“Menjelang tahun politik, publik mengapresiasi kepemimpinan Jokowi dengan tingkat kepuasan mencapai 76,7 persen,” kata Direktur Eksekutif lembaga survei INDOMETER Leonard SB dalam keterangan tertulis pada Minggu (5/2/2023).

Leonard mengatakan anggapan bahwa tahun politik akan menggerus kepuasan publik relatif tidak terbukti. Menghangatnya situasi politik dilandasi kepentingan partai-partai politik untuk mendulang suara, terlepas fakta sebagian besar partai berada dalam pemerintahan.

“Sebut saja NasDem, meskipun berada dalam koalisi pemerintahan Jokowi, memilih mengusung Anies Baswedan sebagai capres yang kerap menjadi simbol oposisi dan antitesis Jokowi,” imbuh Leonard.

Posisi berbeda, kata Leonard, tentu ditunjukkan oleh partai-partai oposisi seperti Demokrat dan PKS. Sejumlah isu yang berpotensi menurunkan kepuasan publik menjadi bahan untuk menyerang pemerintah, semisal gejolak kenaikan harga BBM dan rencana pemindahan ibukota negara.

“Rendahnya angka ketidakpuasan menunjukkan kinerja pemerintah tetap dipandang positif,” tegas Leonard.

Sejumlah faktor dinilai mendukung tingginya kepuasan publik terhadap Jokowi. Pada penghujung tahun 2022, pemerintah memutuskan mencabut kebijakan PPKM secara nasional.

“Dicabutnya PPKM menjadi awal dari transisi menuju berakhirnya pandemi, dan memberikan sinyal positif bagi gerak perekonomian Indonesia,” kata Leonard.

Jokowi mengungkapkan sulitnya menyeimbangkan antara masalah kesehatan dengan ekonomi selama tiga tahun berjalannya pandemi Covid-19.

“Keputusan pemerintah untuk tidak menerapkan lockdown, hanya pembatasan sosial, terbukti efektif menjaga ekonomi tetap bergerak, meskipun tetap berdampak bagi dunia usaha dan masyarakat,” lanjut Leonard.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN