INSPIRATIF! KISAH IBU PENYINTAS KANKER TULIS PUISI UNTUK GANJAR PRANOWO
Devina Kusumawati, ibu dua anak yang juga penyintas kanker ovarium, menulis puisi untuk Ganjar Pranowo di tengah menunuggu jadwal untuk kemoterapi. Devina mengaku mengidolakan Ganjar Pranowo, karena itu ia menyempatkan diri menulis puisi untuk Gubernur Jateng dua periode.
Ia tak menyangka puisi yang ditulisnya tersebut mendapat tanggapan dari Ganjar Pranowo, tokoh yang identik dengan rambut putihnya.
"Nggak nyangka banget. Surprise. Kiriman video dari Pak Ganjar bikin imun aku naik," kata Devina saat dihubungi, Rabu (22/2/2023).
Perasaan gembira, antusias dan terharu begitu terdengar jelas saat perempuan 40 tahun itu menceritakan pengalamannya. Ia mendapat kiriman video berisi ucapan terima kasih atas puisi serta dorongan semangat dalam menghadapi cobaan sakit dari Ganjar.
Istimewanya, video itu langsung dikirim dari nomor ponsel pribadi orang nomor satu Jateng tersebut.
"Pokoknya bahagia banget, terharu, nggak nyangka. Bahagia pokoknya sampai nggak tahu ini mau ketawa apa nangis, pokoknya bahagia banget,” ucap Devina memulai ceritanya.
Senyuman mas ganjar bukan tuntutan tapi panutan,
Senyuman mas ganjar bukan pula keharusan tapi ketulusan.
Perempuan yang mulai mengagumi sosok Ganjar sejak tahun 2016 silam tersebut berkisah, dirinya menulis sebuah puisi yang ditujukan kepada idolanya itu di tengah persiapan menghadapi kemoterapi yang bakal dijalaninya 1 Maret mendatang.
"Aku nulisnya (puisi) tadi pagi. Nggak tau. Rasanya pengen banget nulis puisi buat Pak Ganjar. Ya tak tulis aja," ungkapnya.
Setelah selesai ditulis, lanjut Devina, dirinya berharap puisi sederhana yang hanya ungkapan hatinya itu bisa dibaca oleh Ganjar. Namun, warga Peterongan, Semarang Selatan, ini bingung bagaimana cara menyampaikannya.
"Ya cuma pengen puisi ini dibaca Pak Ganjar langsung, tapi gimana bingung. Gimana cara ngirimnya? Beliau juga, kan, sibuk dengan tugasnya," imbuhnya.
Devina kemudian teringat dengan saudaranya yang menurutnya punya akses untuk bisa menyampaikan ke Ganjar. Ia pun lantas menghubungi saudaranya tersebut dan mengutarakan keinginannya.
"Awalnya nggak berharap apa-apa, karena Pak Ganjar kan pasti sibuk banget."
"Hanya mikir, siapa tahu dia kenal Pak Ganjar dan bisa nolongin menyampaikan (puisi) ke beliau, itu saja."
"Setelah tak hubungin, saudaraku itu ngomong kalau dia mau bantu sampaikan ke Pak Ganjar, karena kebetulan punya nomor (Whatsapp) beliau," jelas Devina. Saat itu, ia mengatakan hanya berharap puisi itu sampai pada Ganjar..

Komentar
Posting Komentar