JOKOWI HAPUS STIGMA JAWA SENTRIS DENGAN PEMBANGUNAN MERATA DI SETIAP DAERAH

 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai berhasil menghapus stigma terkait Jawa Sentris setelah delapan tahun memimpin dan melakukan pembangunan secara menyeluruh.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Fahrul Razi, melihat Jokowi terus berupaya untuk mewujudkan Indonesia Sentris.

"Jadi perubahan pergeseran ibu kota ke Kalimantan adalah hal bagaimana mencoba mesentralisasikan Indonesia, bukan mensentralisasikan Pulau Jawa. Selama ini kan jawanisasi, yang coba pemerintah lakukan adalah Indonesiaisasi," kata Fahrul dalam keterangan pers, Minggu, 8 Januari 2022.

Selain pembangunan yang saat ini masif dilakukan, perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) juga dinilai sebagai komitmen merealisasikan pemerataan pembangunan.

Melalui perpindahan IKN ke Kalimantan Timur (Kaltim), kata Fahrul adalah upaya Jokowi mesentralisasikan Indonesia. Dengan cara itu, stigma Jawa Sentris dapat dihapuskan.

Fahrul juga menuturkan perpindahan IKN adalah upaya untuk mencapai Indonesia Maju. Menurutnya Jokowi telah membangun dasar untuk menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

"Untuk mencapai Indonesia maju, pusat ibu kota jangan di Pulau Jawa, harus di tengah, wilayah yang dipilih tepat Kalimantan," ungkapnya.

Stigma Jawa Sentris kerap didengungkan karena pembangunan dinilai hanya dilakukan di Pulau Jawa saja. Namun Jokowi mampu membuktikan mampu menghadirkan pembangunan mulai dari Aceh hingga Papua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN