JOKOWI BERHASIL GENJOT KOPERASI DAN UMKM BERKEMBANG PESAT LEWAT TRANSFORMASI EKONOMI YANG INKLUSIF

  


Pemerintah terus menghadirkan transformasi ekonomi yang inklusif dan menjangkau semua lapisan tingkatan ekonomi. Hal tersebut hanya bisa tercapai dengan mendorong tiga pilar, yaitu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, dan perluasan akses dan kesempatan kerja.

Salah satu upaya mengembangkan tiga pilar transformasi ekonomi inklusif adalah melalui pusat layanan usaha terpadu koperasi dan usaha mikro kecil menengah (PLUT KUMKM).

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen terus menambah keberadaan PLUT KUMKM di daerah. Seiring dengan program peningkatan ekosistem kewirausahaan nasional, di pengujung 2022, bertambah lagi PLUT KUMKM di enam daerah. Yakni di Kabupaten Semarang (Jawa Tengah), Purworejo (Jawa Tengah), Buleleng (Bali), Dairi (Sumatra Utara), Maros (Sulawesi Selatan), dan Kota Kendari (Sulawesi Tenggara).

“Saya sangat senang karena kehadiran layanan terpadu ini diharapkan menjadi akselerator tumbuh kembang koperasi, UMKM, dan wirausaha yang selama ini ikut menggerakkan ekonomi Kabupaten Semarang,” ujar Wakil Presiden Ma'ruf Amin, ketika meresmikan sekaligus enam PLUT KUMKM di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2022).

Peran PLUT memiliki posisi strategis sebagai pengembangan semangat kewirausahaan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan bahwa PLUT KUMKM telah dinyatakan sebagai salah satu executing agency pengembangan kewirausahaan nasional di daerah.

Selain itu, PLUT mempunyai posisi strategis dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2022, dalam percepatan transformasi pelaku usaha dari informal ke formal melalui pendampingan nomor induk berusaha (NIB), pendataan UMKM, pendampingan kemitraan dan penyelenggaraan inkubasi bagi UMKM.

Wapres berharap, dari pusat layanan ini terbentuk suatu ekosistem kewirausahaan yang kondusif untuk menciptakan wirausaha mapan dengan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Sebagai upaya menuju pencapaian target RPJMN 2020-2024, yaitu rasio kewirausahaan 3,95 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong konsep NEW PLUT yang diluncurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Dengan demikian, masyarakat dapat beradaptasi dan mampu terintegrasi dengan pola pertumbuhan ekonomi baru yang menjadi cara kerja dunia saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan, posisi strategis PLUT KUMKM saat ini merupakan perwujudan rumah UMKM yang menjadi sarana (tools) pemerintah untuk mewujudkan transformasi ekonomi nasional dewasa ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN