GANJAR PRANOWO PERKUAT EKONOMI WARGA DENGAN MAJUKAN SPORT TOURISM DAN PERBANYAK ENTERPRENEUR MILENIAL
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus membuktikan komitmennya untuk memajukan sport tourism dan memperbanyak enterpreneur milenial di Jawa Tengah. Kedua hal itu merupakan bagian dari upaya Ganjar Pranowo untuk memperkuat ekonomi masyarakat ke depan.
Terkait sport tourism, Ganjar Pranowo bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berulangkali selenggarakan berbagai event.
Beberapa event yang cukup bergengsi seperti Tour de Borobudur. Dalam event tersebut, Ganjar Pranowo juga tak lupa menggandeng pihak lain. Salah satunya adalah difabel asal Kota Solo bernama Jason Santoso. Dia mempercayakan Jason untuk membuat desain jersey yang digunakan pesepada dalam event itu.
"Para penyandang disabilitas itu, kita ajak mereka untuk mendesain, hasilnya ditempelkan pada jersey yang ada di acara nantinya."
"Jadi bedanya sekarang jersey kita buat dengan desain unik, dari anak-anak berkebutuhan khusus" katanya Ganjar Pranowo Event sport tourism lain yang juga bergengsi adalah Borobudur Marathon.
Menggandeng Bank Jateng, Ganjar Pranowo sukses menumbuhkan 35 persen UMKM baru saat event itu diselenggarakan.
Bahkan, transaksi dalam event tersebut mencapai Rp 30 miliar. Nominal itu sangat tinggi dan berpotensi positif bagi masyarakat.
Tak heran, Ganjar Pranowo berharap gelaran bergengsi itu jadi trigger bagi daerah wisata, untuk mengembangkan sport tourism dan menggandeng UMKM dari masyarakat sekitar.
Dalam upaya memacu enterpreneur milenial, Ganjar Pranowo bisa dibilang tidak main-main. Politisi PDI Perjuangan ini sampai membuat berbagai kebijakan yang bisa mempercepat realisasinya.
Misalnya, Ganjar Pranowo membuat program Kredit Milenial yang bertujuan untuk membantu start up hingga produknya go global.
Dukungan Ganjar Pranowo itu terbukti lewat keberhasilan UMKM binaan UNS dan Pemkot Surakarta mengekspor produknya ke Paris, Perancis, pada bulan November 2022.
Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengakui, pihaknya telah memberikan bantuan permodalan bagi kaum milenial melalui Kredit Startup Milenial.
Plafon yang tersedia sebesar Rp 18 miliar, dan sudah tersalur Rp 10,49 miliar. Saat ini masih tersisa Rp 7,51 miliar.
''Kami menyasar universitas-universitas di Jateng yang mahasiswanya ingin bergelut di bidang UMKM dan bertekad mengepakkan sayap hingga luar negeri." "Kami mengangkat milenial karena mereka kadang sulit mencari pinjaman modal,'' kata Nano, panggilan akrabnya.

Komentar
Posting Komentar