Top! IKN Nusantara 70% Kawasan Hijau dan Belum Ada di Dunia!
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembanganan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur 70% kawasan hijau. Hal tersebut menurutnya sebuah konsep baru pembangunan kota di dunia.
"Tolong Dicarikan, belum ada, ini yang nanti menjadi diferensiasi ibu kota kita dengan ibu kota negara lain, 70% areanya adalah nanti area hijau," ujar Jokowi pada penjajakan pasar IKN Nusantara, Rabu (19/10/2022).
Jokowi menjelaskan, hal tersebut bisa dilihat dari komitmen pemerintah yang mulai membangun persemaian mentawir yang akan menghasilkan benih tanaman untuk kemudian ditanam di IKN Nusantara.
"Pusat persemaian, yang sudah kita bangun di Juni 2022 luasnya 16 hektare dengan embung 7 hektare yang diharapkan selesai 2023 awal," sambungnya.
Adapun kapasitas produksi pembenihan melalui persemaian mentawir diproyeksikan bakal menghasilkan 15 juta bibit pertahunnya. Sehingga dengan demikian, pemerintah Optimis kota Nusantara mampu penuhi target 70% adalah kawasan hijau.
"Ini akan menghijaukan kalimantan, supaya bapak ibu ingat, saya dari kehutanan, tahu jenis tanaman yang di Kalimantan," kata Jokowi kepada calon investor.
Jokowi mengatakan rencana penghijauan yang dilakukan di IKN Nusantara akan menanam tanaman endemik Kalimantan, sehingga bisa mengembalikan kondisi hutan Kalimantan yang saat ini hanya berisi tanaman monokultur.
"Nantinya ingin kembali menjadi hutan heterogen, dengan pohon asli dan endemik dari Kalimantan, sehingga harapannya nanti menjadi hutan hujan tropis lagi di Kalimantan," kata Jokowi.
"Untuk itu yang kita siapkan pertama kali disana adalah pusat Peresmiannya," pungkasnya.
Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjelaskan bahwa Ibu Kota Nusantara atau IKN akan dibangun menjadi kota pintar masa depan. Ibu kota baru yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu, kata dia, akan berbasis hutan dan alam yang belum pernah ada di dunia.
"Nusantara adalah kota pintar masa depan, yang berbasis hutan dan alam, belum ada di dunia. Tolong dicarikan karena belum ada, ini yang membedakan," ujar dia dalam acara Pre Market Sounding Proyek Ibu Kota Negara di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Oktober 2022.
Kepala Negara mengatakan kawasan IKN nanti 70 persennya adalah area hijau. Selain itu, lahan yang digunakan untuk membangun IKN adalah hutan produksi, bukan hutan alam. "Monokultur yang punya satu jenis pohon yaitu pohon ekualiptus yang setiap 6-7 tahun ditebang," tutur dia.
Menurut Jokowi, hutan produksi itu ingin dikembalikan jadi hutan heterogen yang diharapkan menjadi hutan hujan tropis lagi di Kalimantan. Sehingga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, yang pemerintah siapkan pertama kali adalah pusat persemaian yang mulai dibangun Juni 2022, dengan luas lahan kurang lebih 16 hektare dan embung 7 hektare. Pusat persemaian itu, Jokowi berujar, akan digunakan untuk menghijaukan Kalimantan. "Supaya Bapak dan Ibu ingat saya dari Kehutanan," katanya.
Adapun sumber energinya, dia menegaskan, akan berasal dari renewable energy, 80 persen transportasi umum tanpa awak dan supir, sehingga yang dihargai di sana hanya pejalan kaki dan yang suka bersepeda. "Inilah showcase transformasi Indonesia, showcase perubahan peradaban Indoneisa," ucap Jokowi.
Mantan Gubernur DKI itu menginginkan adanya budaya kerja produktif di IKN. Layanan masyarakatnya akan dilakukan melalui aplikasi, akta lahir dan akta nikah paperless. "Jadi Nusantara adalah masa depan Indonesia bisa terwujud dengan upaya bersama. Bukan hanya pemerintah, karena yang kami siapkan hanya 20 persen, sedangkan 80 persen kepada investor," tutur Jokowi.

Komentar
Posting Komentar