Simak! Ini Pesan Jokowi Terkait Penyelenggaraan Pemilu 2024
Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti agar perhelatan Pemilu 2024 berlangsung aman dan damai. Ia tak pesta politik lima tahunan itu dapat menganggu stabilitas negara.
"Jangan sampai perhelatan politik nanti di 2024 menganggu stabilitas ekonomi, stabilitas keamanan, hingga stabilitas politik," ujar Jokowi dalam keterangannya, Sabtu, 22 Oktober 2022.
Jokowi menjelaskan saat ini kondisi ekonomi dunia sangat sulit diprediksi. Sehingga jika Pemilu 2024 berlangsung tak kondusif, ia khawatir Indonesia dapat terpuruk.
"Karena kondisi global yang tidak pasti, kondisi global yang sulit terkalkulasi, kondisi global yang sulit dihitung," ujar Jokowi.
Presiden menjelaskan saat ini sudah ada 14 negara yang menjadi "pasien" International Monetary Fund (IMF) karena mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan bantuan. Selain itu, ada 28 negara yang sudah antre di depan pintu IMF menunggu giliran mendapatkan bantuan.
Oleh karena itu, Jokowi menyebut sosok presiden yang bakal menggantikan dirinya bakal memiliki segudang tugas dan tantangan akibat krisis ekonomi global. Apa lagi, Jokowi menyebut dalam beberapa tahun ke depan diprediksi dunia akan gelap akibat krisis ini.
"Oleh sebab itu, betul-betul pemimpin ke depan harus kita pilih yang memiliki jam terbang yang tinggi," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menganalogikan capres sebagai seorang pilot. Ia meminta agar masyarakat tidak memilih pilot yang memberikan penawaran tak masuk akal hanya untuk bisa dipilih menyopiri pesawat.
Penawaran tak masuk akal itu seperti memindahkan semua penumpang ke kelas bisnis dan juga memberikan seluruh penumpang diskon tiket. Menurut Jokowi, tawaran pilot itu sangat menarik tapi tidak masuk akal.
Jokowi meminta agar masyarakat mewaspadai pilot alias capres dengan tawaran serupa. Sebab para capres seperti itu, kata Jokowi, biasanya terpilih karena masyarakat kurang informasi dan berdasarkan emosi semata.
"Sebetulnya tawarannya tidak masuk akal, sudah diberikan kelas bisnis semua, kemudian tiketnya didiskon, menarik sekali tapi tidak masuk akal," kata Jokowi.
Presiden tidak menjelaskan rinci sosok capres yang dianalogikan sebagai pilot tersebut. Namun, Jokowi merasa harus menyampaikan analogi yang didapatkannya setelah membaca artikel di laman National Daily itu.
"Silakan terjemahkan sendiri, karena Bapak Ibu sekalian, Presiden itu seperti pilot, penumpangnya banyak sekali, seluruh rakyat Indonesia dan pilpres itu memilih pilot dan kopilot. Ini yang tidak mudah sekarang ini," kata Jokowi.
Sampai sekarang terdapat beberapa nama yang menyatakan diri siap maju sebagai capres 2024. Mereka antara lain Anies Baswedan yang diusung Partai NasDem, Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra, Airlangga Hartarto yang diusung Partai Golkar, Muhaimin Iskandar yang diusung PKB, dan Ganjar Pranowo yang diusung PSI.
Meski sudah menyatakan akan maju, sampai sekarang belum ada capres definitif yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komentar
Posting Komentar