Luar Biasa! Jokowi Terus Berkomitmen Membangun Papua Untuk Kesejahteraan Bersama

       


Jakarta -  Presiden Joko Widodo disebut mempunyai komitmen kuat membangun Indonesia Sentris dengan dimulai 15 kali kunjungannya ke tanah Papua.

Deputi V Bidang Politik, Keamanan, dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani, mengatakan Jokowi ingin menggagas terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kenapa Papua? Karena Presiden melihat dan berdasarkan data-data yang ada, Papua merupakan satu wilayah Indonesia yang kalau dibandingkan dengan saudara-saudaranya di luar sana, perlu mendapatkan perhatian khusus misalnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, infrastruktur seperti bandara dan lain-lain," kata Jaleswari dalam acara Primetime News MetroTV, Kamis, 20 Oktober 2022.

Jaleswari menjelaskan komitmen Jokowi membangun Papua diimplementasikan ke dalam Intruksi Presiden (Inpres). Dia menegaskan bahwa pada masa pemerintah Jokowi-Amin, Papua menjadi prioritas nasional.

Diawali dengan Inpres 9/2017 yang melibatkan 25 Kementerian/Lembaga termasuk Provinsi Papua dan Papua Barat. Kini menjadi Inpres 9/2020 ada 43 Kementerian/Lembaga yang diminta untuk melakukan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua dan Papua Barat.

"Lalu pada Kepres 20/2020 ini mengamanatkan bahwa Pak Wapres adalah yang sebagai Ketua Dewan Pengarah," jelasnya.

Jaleswari mengungkapkan Jokowi kerap memberikan pesan-pesan secara simbolik, tak terkecuali dalam pembangunan Papua. Misalnya dia menyinggung kapsul waktu yang diletakkan di Merauke. Dia meyakini bahwa makna-makna simbolik yang disampaikan Presiden itu pasti memiliki maksud dan tujuan yang jelas.

"Itu kan akan dibuka 70 tahun kemudian. Di sana salah satu yang saya ingat adalah mimpi anak-anak Indonesia itu adalah akan menjadi SDM yang unggul dan cerdas melampaui SDM-SDM di dunia. Dan Papua menjadi yang tak terpisahkan dari kebangkitan SDM-SDM Indonesia kelak. Begitu juga saat PON dan Peparnas dilaksanakan di Papua. Itu bukan sekedar kontestasi talenta-talenta unggul di bidang olahraga tetapi ini maknanya adalah bicara soal keberagaman, solidaritas, persatuan,” ungkapnya.

Sementara Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Setwapres RI, Velix Wanggai, mengingatkan kepada publik bahwa Presiden dan Wakil Presiden menegaskan perlu ada sebuah semangat baru, paradigma baru, kemudian cara kerja baru untuk menghasilkan sebuah lompatan pembangunan di Papua.

"Ada kebijakan nasional yang memiliki kontekstual terhadap local wisdom, kearifan lokal. Kemudian memetakan persoalan-persoalan mendasar yang ada di tanah Papua, sehingga tentu kita mencoba untuk menerjemahkan komitmen Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden. Bahwa ada semangat baru dan paradigma baru itu melalui beberapa regulasi salah satunya dengan sebuah kerangka baru di dalam Inpres 9/2020," ungkap Velix.

Menurut Velix infrastruktur menjadi backbone atau tulang punggung di dalam berbagai percepatan pembangunan di Papua. Kendati demikian, pemerintah Jokowi-Amin tentu mengikutsertakan pembangunan SDM-SDM Papua.

"Pengembangan ekonomi misalnya di wilayah pesisir dengan potensi perikanan, kemudian misalnya di pegunungan ada potensi kopi, di daerah selatan ada Kabupaten Fakfak potensi pala, cokelat, dan sebagainya," ujar Velix.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN