Keren! Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Kembali Naik

  


Jakarta - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyebut terjadi peningkatan kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut kenaikan itu berkat konsistensi kerja Presiden Jokowi.

"Yang pasti, sejak awal pada periode pertama sampai ke dua, sampai penghujung masa jabatan. Presiden selalu konsisten dengan semua program pelayanan masyarakat. Kalau orang tunggu didatangi, Pak Presiden mendatangi. Bukan hanya karena bantuan sosial (survei naik), tapi konsistensi melayani masyarakat," kata Ngabalin, Minggu (2/10/2022).

"Coba lihat variabel indikator survei, kan dilihat itu tingkat konsistensi presiden dalam melayani masyarakat," katanya.

Karena percaya kepada Presiden Jokowi itu, Ngabalin selalu membela Jokowi atas kebijakan yang dikeluarkan. "Makanya, saya lakukan banyak bantahan kepada pihak nyinyir, yang menjelaskan tentang perkara padahal tidak tahu," ucapnya.

Menurut Ngabalin, keputusan yang diambil Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bukanlah perkara ringan. Namun, kebijakan itu memang harus diambil.

"Presiden bilang, keputusan menaikkan BBM bukan ringan. Tapi, keputusan ini adalah harus dilakukan oleh Presiden Jokowi, dan berjalan dengan baik," katanya.

Kepuasan Terhadap Jokowi Naik

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkat ke angka 67%. Diketahui, tingkat kepuasan terhadap Jokowi sebelumnya sebesar 62,6% pascakenaikan harga BBM pada awal September.

Survei ini dilakukan pada 13-20 September 2022. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini melibatkan sampel sebanyak 1.220 orang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki margin of error +-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, pun memaparkan alasan puas dan tidak puas para responden terhadap kinerja Jokowi. Burhanudin mengatakan mayoritas responden yang mengaku puas didasari alasan program bantuan pemerintah.

"Memberi bantuan ke rakyat kecil itu isu yang sekarang menjadi signature-nya pemerintah ya, biasanya infrastruktur. Tapi di kondisi sekarang memberikan bantuan kepada rakyat kecil itu menjadi salah satu yang membuat 67% yang tadi merasa puas, mengatakan inilah yang membuat mereka puas. Kedua, ada infrastruktur, dan seterusnya," kata Burhanudin dalam pemaparannya secara daring

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo mencapai 67 persen. 

Persentase 67 persen tersebut terdiri dari 13,7 persen responden sangat puas dan 53,4 persen cukup puas terhadap Jokowi. 

“Mayoritas merasa cukup atau sangat puas dengan kinerja Presiden 67 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam konferensi pers, Minggu (2/10/2022).

Sementara itu, terdapat 25,3 persen responden yang menyatakan kurang puas terhadap kinerja Presiden. 

Selain itu, ada 5,3 persen responden yang menyatakan tidak puas sama sekali dan 2,0 persen tidak tahu dan tidak jawab. 

Adapun survei ini melibatkan 1.220 responden yang dilaksanakan pada 13-20 September 2022.

Para responden tersebut diwawancara secara tatap muka oleh pewancara yang telah dilatih. Sementara itu, margin of error dalam survei ini lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei terbaru Indikator Politik menunjukkan kepuasan publik terhadap Joko Widodo (Jokowi) mengalami kenaikan. Terdapat dua variabel yang membuat terjadi kenaikan kepuasan tersebut.

“Kepuasan terhadap kinerja Presiden sedikit mengalami kenaikan dibanding survei awal September setelah kenaikan harga BBM dari 63 persen ke 67 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam rilis hasil survei bertajuk “Evaluasi Publik atas Kinerja Pemerintah dalam Bidang Ekonomi dan Hukum dan Prospek Elektoral Jelang 2024”, Minggu (2/10/2022).

Kenaikan tingkat kepuasan publik ini, menurut Burhanuddin, disebabkan karena dua variabel penting yang dilakukan pemerintahan Jokowi, yakni pemberian bantuan sosial (bansos) dan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 38,9 persen rakyat kecil merasakan bansos, sedangkan penbangunan infrastruktur dirasakan 19,4 persen.

“Sementara hal yang membuat publik tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi adalah harga-harga kebutuhan pokok meningkat sebanyak 35,2 persen dan bantuan tidak merata sebanyak 17,4 persen,” kata Burhanuddin.

Dia mengungkap tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi berada di angka 67,1 persen. “Mayoritas merasa cukup dan sangat puas dengan kinerja presiden sekitar 67 persen,” ujarnya.

Dari hasil survei tersebut menunjukkan sebanyak 67,1 persen publik yang puas dengan perincian sebanyak 13,7 persen sangat puas dan yang cukup puas sebanyak 53,4 persen. Sementara, jumlah publik yang tidak puas dengan kinerja Jokowi sebanyak 30,8 persen dengan perincian yang kurang puas sebanyak 25,3 persen dan tidak puas sama sekali 5,5 persen. Sisanya, responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei dilakukan dengan tatap muka pada 13-20 September 2022. Populasi survei adalah warga negara yang mempunya hak pilih dengan pemilu. Jumlah responden 1.220 orang yang diperoleh dengan metode multistage random sampling. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden. Angka margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN