Keren! Jokowi Resmikan Terminal VVIP Bandara Halim Perdanakusuma Bernuansa Tradisional

  


Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan terminal VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, yang sudah rampung direvitalisasi, Rabu (5/10).

Budi mengatakan desain terminal baru VVIP mengusung kearifan lokal dengan sentuhan modern. Ia menilai terminal baru VVIP ini akan menambah kepercayaan diri Indonesia sebagai tuan rumah ketika menyambut tamu-tamu penting negara dalam Presidensi Indonesia pada KTT G20.

"Bangunan ini tidak besar, tetapi tetap cantik dan nyaman untuk ruang tunggu tamu-tamu penting negara. Kami dibantu rekan-rekan arsitek untuk mendesain dengan nuansa tradisional," tutur Budi seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (5/9).

Ruangan-ruangan di dalam terminal diberi nama Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Hal ini untuk mengingatkan bahwa Pandawa Lima adalah suatu representasi budaya Indonesia.

Lebih lanjut Budi menyebut Bandara Halim Perdanakusuma adalah objek vital yang sebelumnya kurang terawat dan perlu dilakukan revitalisasi.

"Kami memetakan ada tiga permasalahan, yaitu runway yang sudah terkelupas karena umur, tata air (drainase) yang kurang baik, dan kondisi gedung terminal VVIP yang kurang representatif untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar," terang dia.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Jokowi yang telah memberikan arahan dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran revitalisasi bandara.

"Meskipun waktu pengerjaannya pendek hanya kurang lebih 6 bulan, tetapi berkat kolaborasi semua pihak, revitalisasi ini bisa kami laksanakan dengan baik," katanya.

Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Sejumlah fasilitas yang direvitalisasi, yakni runway, taxiway, apron, sistem saluran air (drainase), terminal VVIP, dan fasilitas lainnya. Adapun anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi sebesar Rp600 miliar.

Bandara Halim Perdanakusuma telah beroperasi kembali untuk melayani penerbangan komersial pada 1 September 2022, usai dilakukannya revitalisasi sejak Maret 2022.

Sebelum dioperasikan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan serangkaian koordinasi dengan TNI AU, AP II, Airnav Indonesia serta pihak terkait lainnya, untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta pemenuhan terhadap seluruh regulasi terpenuhi.

Beberapa uji coba landing take off, sertifikasi, dan kalibrasi, juga telah dilakukan sebelum landasan (runway) dioperasionalkan kembali.

Dengan panjang runway 3.000 meter, semua jenis pesawat hingga Boeing 747 dan 777 bisa mendarat di bandara ini.




Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan terminal VVIP Bandara Halim Perdanakusuma. Bandara yang berlokasi di Jakarta Timur ini telah rampung direvitalisasi.

Peresmian terminal VVIP Bandara Halim ditandai dengan penekenan prasasti sekaligus tinjauan singkat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan desain terminal anyar itu mengusung kearifan lokal dengan sentuhan modern. Terminal baru diyakini bakal menambah kepercayaan diri Indonesia sebagai tuan rumah ketika menyambut tamu-tamu penting negara dalam Presidensi Indonesia pada KTT G20.

“Bangunan ini tidak besar, tapi tetap cantik dan nyaman untuk ruang tunggu tamu-tamu penting negara. Kami dibantu rekan-rekan arsitek untuk mendesain dengan nuansa tradisional,” ujar Budi Karya lewat keterangan tertulis pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Ruangan-ruangan di dalam terminal baru VVIP diberi nama Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Menurut Budi Karya, penamaan itu menunjukkan bahwa Pandawa Lima adalah suatu representasi budaya Indonesia.

Selain itu, dia melanjutkan, Bandara Halim merupakan objek vital yang sebelumnya kurang terawat dan perlu dilakukan revitalisasi. “Kami memetakan ada tiga permasalahan, runway yang sudah terkelupas karena umur, drainase yang kurang baik, dan kondisi gedung terminal VVIP yang kurang representatif menunjukkan bahwa Indonesia bangsa yang besar,” tutur dia.

Revitalisasi Bandara Halim mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Sejumlah fasilitas yang direvitalisasi ialah runway, taxiway, apron, sistem saluran air (drainase), terminal VVIP, dan fasilitas lainnya dengan anggaran Rp 600 miliar.

Bandara Halim pun telah beroperasi kembali untuk melayani penerbangan komersial sejak 1 September 2022. Adapun revitalisasi berlangsung selama enam bulan dimulai pada Maret lalu. Sebelum dioperasikan, Kemenhub telah melakukan serangkaian koordinasi dengan TNI AU, AP II, Airnav Indonesia, dan pihak lainnya, untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta pemenuhan terhadap seluruh regulasi terpenuhi.

“Meskipun waktu pengerjaannya pendek hanya kurang lebih 6 bulan, tapi berkat kolaborasi semua pihak, revitalisasi ini bisa kita laksanakan dengan baik,” kata Budi Karya.

Selain itu, beberapa uji coba landing take off, sertifikasi, dan kalibrasi, juga telah dilakukan sebelum landasan (runway) dioperasionalkan kembali. Dengan panjang lintasan 3.000 meter, semua jenis pesawat hingga Boeing 747 dan 777 bisa mendarat di bandara ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN