Hebat! Para Pedagang Pasar Apresiasi Jokowi akan Bantuan Selisih Harga Kedelai

 


Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sudaryono mengatakan pedagang pasar mengapresiasi langkah pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melanjutkan program bantuan pembelian selisih harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe hingga akhir tahun. 2022.

Sebab, kata Sudaryono, program atau bantuan ini sangat membantu produsen dan pedagang pasar. Sebab, dengan bantuan ini, produsen menjual tahu dan tempe dengan harga normal dan stabil.

“Atas nama teman-teman pedagang pasar, saya mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintah di bawah komando Presiden Jokowi.

Anggota kami yang merupakan pedagang tahu dan tempe senang sekali program ini diperpanjang oleh pemerintah,” kata Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Sudaryono mengatakan, sejumlah pedagang pasar mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Apalagi di tengah situasi yang tidak menentu. Saat ini, harga sejumlah kebutuhan pokok melambung tinggi akibat inflasi yang meningkat.

Sudaryono berharap langkah pemerintah tidak berhenti sampai di sini. Melainkan memperluas program bantuan ini. Seperti membantu petani kedelai yang juga membutuhkan bantuan pemerintah.

“Kami mendorong pemerintah juga membantu petani kedelai. Selain itu mereka membutuhkan bantuan, langkah ini juga agar stok kedelai dalam negeri melimpah sehingga swasembada kedelai dapat tercapai dan kita tidak bergantung pada impor.

Ini juga menjadi harapan para pedagang pasar untuk bisa menjual tahu dan tempe dengan harga normal dan stabil,” kata Sudaryono.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono meminta pemerintah terus melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi krisis pangan yang tengah melanda dunia. Sebab, produksi pangan diprediksi terseret.

Dunia sedang tidak baik-baik saja saat ini. Ekonomi berada di ambang resesi dan perang masih berlangsung.

“Di sini, pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Karena jika salah langkah, maka Indonesia akan mengalami krisis pangan,” ujarnya.

Jokowi memperpanjang program bantuan pembelian selisih harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe hingga akhir 2022. Sehingga, para perajin dapat terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Bantuan bagi perajin tahu dan tempe dalam bentuk pembelian selisih harga kedelai Rp1.000 per kilogram (kg).

"Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program bantuan selisih harga pembelian bahan baku kedelai untuk perajin tahu dan tempe," kata Mendag melalui siaran pers yang diterima pada Jumat (30/9/2022).

Adanya kebijakan tersebut, para perajin tahu dan tempe dapat memproduksi harga komoditas itu dengan harga terjangkau. Demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan produksi tahu dan tempat di berbagai pelosok tanah air. 

"Para perajin tahu dan tempe bisa mendapatkan harga kedelai yang terjangkau serta menjaga keberlangsungan usahanya memproduksi tahu dan tempe dengan harga yang wajar," ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Mendag Zulkifli Hasan telah mengirimkan surat permohonan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar menugaskan Perum Bulog untuk melanjutkan program pemberian bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai kepada perajin tahu dan tempe.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), rata-rata harga kedelai internasional pada Minggu ke-5 September 2022 sebesar USD 14,17/gantang. Selain itu, harga rata-rata penjualan kedelai di tingkat Kopti juga masih cukup tinggi, yaitu sekitar Rp12.600/kg.

Mendag Zulkifli Hasan meminta komitmen dari Gakoptindo untuk menyalurkan bantuan selisih harga kedelai kepada anggota perajin tahu dan tempe secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Gakoptindo harus memastikan bantuan selisih harga kedelai dapat dirasakan langsung oleh perajin serta meminimalisir penyimpangan penyaluran ke pihak yang bukan sasaran.

Kepada Kopti, Mendag Zulkifli Hasan mengimbau untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Kementerian Perindustrian dalam penyaluran kedelai kepada perajin tahu dan tempe. Kopti harus memastikan penyaluran kedelai sampai kepada perajin tahu dan tempe yang menjadi anggotanya untuk menjaga prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pada 2022, Pemerintah sepakat untuk meningkatkan produksi kedelai lokal guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri tahu dan tempe. Untuk itu, penugasan Perum Bulog harus mengutamakan pengadaan/penyerapan kedelai lokal dari petani. Hasil penyerapan tersebut akan disalurkan kepada perajin tahu dan tempe, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program Pemerintah dalam meningkatkan produksi kedelai lokal.

“Kita harus swasembada dengan menanam kedelai agar tidak bergantung pada impor. Pemerintah akan membantu bibit kedelai dan hasilnya akan dibeli oleh Pemerintah,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN