Hebat! Jokowi Wujudkan Pemerataan Pembangunan di Seluruh Nusantara Indonesia

 


Jakarta - Keberhasilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pemerataan pembangunan diapresiasi. Hal itu selain membawa angin segar untuk seluruh masyarakat, khususnya di daerah juga meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah. 

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Muhammad Ardhi Faddakiri dalam seminar bertajuk “Infrastruktur Merata Wujud Keadilan Sosial: Menakar Peran Pemuda dalam Pembangunan”. 

“Pemerataan pembangunan tentunya menjadi angin segar untuk warga Indonesia, terutama yang mendambakan keadilan sosial khususnya pada pembangunan infrastruktur di setiap wilayahnya masing-masing,” ujarnya, Kamis (20/10/2022).

Ardhi juga melihat bahwasanya pemerataan pembangunan yang sukses digarap oleh Jokowi membuat kepercayaan publik tinggi pada pemerintah. Jokowi sanggup menghubungkan seluruh daerah dengan infrastruktur yang dibangunnya

“Tentunya pemerataan pembangunan ini membawa dampak positif seperti kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam upaya pembangunan yang merata sebagai sarana integrasi bangsa dari Sabang sampai Merauke dari Pulau Nias sampai Pulau Rote,” terangnya. 

Dampak positif lain dari pemerataan infrastruktur oleh Jokowi adalah mampu menggenjot kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak negeri. Sehingga, lanjutnya, berpotensi meningkatkan kualitas bangsa Indonesia. 

“Pembangunan infrastruktur yang menjadi sarana pembangunan SDM ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas bangsa Indonesia,” ucapnya.


Langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur berhasil menyentuh hingga pelosok desa. Kondisi tersebut menjadi bukti komitmen tinggi Jokowi dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Tanah Air.

Tokoh Pemuda Nasional Kartika Nur Rahman mengatakan, sedari awal Jokowi telah meletakkan pembangunan infrastruktur pada program prioritas pemerintahan. Hal itu kemudian berhasil diwujudkan hingga manfaatnya sudah bisa dinikmati sekarang.

“Yang paling mencolok dari kepemimpinan Pak Presiden Jokowi ini kan bagaimana dia bisa melakukan pemerataan pembangunan," ujar Kartika dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, dia mengakui, pemerataan pembangunan infrastruktur era Jokowi begitu terlihat nyata. Pembangunan tidak hanya dilakukan di pusat kota, tapi hingga menyentuh ke pelosok pedesaan di setiap wilayah.

Kehadiran pembangunan infrastruktur Jokowi, kata Kartika, juga menyentuh hingga ke Kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Hal itu menunjukkan bahwa peran besar Jokowi dalam pembangunan daerah sangat penting.

"Bahkan di daerah-daerah terpencil, daerah-daerah perbatasan yang selama ini tidak pernah terjangkau,” tutur mantan Ketum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini.

Data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatatkan desa sangat tertinggal kini berkurang 8.471 desa atau dari 13.453 desa pada 2015 menjadi 4.982 desa pada 2022.

Selain itu, desa tertinggal berkurang 24.008 desa, dari 33.592 desa menjadi 9.584 desa pada 2022. Kemudian, desa maju bertambah 16.641 desa, dari 3.608 desa menjadi 20.249 desa.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan kepala desa (Kades) agar bahan baku untuk membangun infrastruktur seperti semen dan batu bata dibeli dari desa tersebut. Hal ini agar ada perputaran uang, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di desa tersebut.

"Saya hanya titip, bolak-balik saya sampaikan kalau membangun fisik ataupun nonfisik gunakan bahan-bahan material dari desa itu, dari desa Bapak/Ibu semuanya. Paling jauh itu dari kecamatan," kata Jokowi saat membuka Silaturahmi Nasional Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tahun 2022 di Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2022).


"Mau beli semen, ada di desa beli di desa. Mau beli batu bata, ada di desa beli di desa kita sendiri. Supaya apa? Uang itu berputar terus di desa kita, paling jauh di kecamatan kita," sambungnya.

Dia tak ingin dana desa yang sudah dianggarkan pemerintah nantinya kembali lagi ke kota, khususnya Jakarta. Pasalnya, hal ini akan membuat ekonomi hanya bertumbuh di kawasan perkotaan saja.

"Jangan sampai uang itu kembali ke kota apalagi kembali ke Jakarta. Hati-hati kembali lagi kesini, hati-hati berarti pertumbuhan ekonomi secara terus-menerus dan berkelanjutan itu akan juga kembalinya ke pusat lagi," ujarnya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN