Luar Biasa! Pengamat AS Puja-Puji Kebijakan Ekonomi Jokowi
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan para pengamat-pengamat ekonomi di Amerika Serikat (AS) memuji kebijakan ekonomi Indonesia yang dianggap sangat baik.
Hal ini diketahui Luhut usai ke New York, AS. Di dalam kunjungannya itu Luhut sempat membuka jam perdagangan alias opening bell di pasar saham New York Stock Exchange (NYSE).
"Dengan apa yang kita miliki sekarang, semua pengamat-pengamat yang saya temui di New York kemarin, memberikan apresiasi untuk Indonesia terhadap penanganan ekonomi Indonesia yang dianggap oleh mereka itu sangat baik," cerita Luhut saat memberikan pidato dalam acara peringatan Hari Maritim Nasional 2022 yang disiarkan virtual, Selasa (27/9/2022).
Luhut menilai bila kebijakan-kebijakan yang sudah baik ini dipertahankan ramalan Indonesia menjadi salah satu dari empat besar ekonomi dunia bisa terwujud. Namun, untuk itu Indonesia harus bisa melalui krisis yang akan terjadi di depan mata.
"Ramalan dunia yang menyebutkan Indonesia akan jadi salah satu empat besar ekonomi dunia di 2045-2050 kita harap ini bisa dicapai kalau kita bahu membahu dalam hadapi dan keluar dari krisis saat ini," ungkap Luhut.
Pasalnya, selain pujian tadi, di New York Luhut juga mendapatkan informasi dari banyak pemangku kepentingan di bidang ekonomi AS soal krisis ekonomi global yang akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini dinilai Luhut juga bisa jadi ancaman bagi Indonesia.
"Dunia diramalkan, saya kemarin di New York, mereka katakan dunia akan masuk ke dalam global crisis atau perfect storm akan terjadi dalam waktu beberapa lama ke depan ini. Maka harus kita tata negeri ini dengan baik," ungkap Luhut.
Luhut bilang sampai saat ini Indonesia menjadi negara yang cukup kuat ekonominya di dunia. Namun, hal itu tak lantas membuat Indonesia berpuas diri. Semua tetap harus waspada pada krisis yang akan terjadi dalam waktu dekat.
Apalagi saat ini kondisi geopolitik dunia masih sangat panas. Luhut menyebutkan perang masih belum diprediksi kapan berakhirnya antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, hubungan China dan Taiwan di kawasan Asia Timur juga mulai memanas. Bisa jadi dampak ekonomi karena panasnya kondisi geopolitik akan dirasakan oleh Indonesia.
"Saya sampaikan bahwa Indonesia telah menjadi ekonomi yang kuat saat ini di dunia, tapi kita tak bisa hindari, bahwa situasi di Ukraine, ketegangan yang belum tentu kapan selesainya bisa berdampak pada pangan dan energi. Begitu juga keadaan di kawasan ini, di mana ketegangan China dan Taiwan berdampak banyak pada ekonomi dunia," papar Luhut.
"Suka tidak suka hal-hal ini akan juga berdampak ke Indonesia," sebutnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara di dunia yang cukup bagus perekonomiannya. Bahkan saat Luhut berkunjung ke Amerika Serikat beberapa hari yang lalu, banyak pakar ekonomi yang memberikan apresiasi terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
“Kita salah satu negara di dunia sekarang ini yang cukup bagus ekonominya. Saya baru dari Amerika dua hari lalu, semua mereka memberikan apresiasi terhadap pandangan ekonomi kita,” ujar Luhut di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa, 27 September 2022.
Menurut Luhut, hal itu terjadi berkat leadership Jokowi. Dia juga mengatakan bahwa tim di Indonesia cukup memberikan langkah-langkah kerja dan strategi yang baik dalam hal perekonomian.
Ia juga bercerita bahwa pengamat ekonomi di New York meramalkan dunia akan menghadapi keadaan yang sangat krusial, yakni krisis global atau 'Perfect Storm'. Bank Sentral AS atau The Fed disebut-sebut akan menaikkan suku bunganya sampai 4,75 sampai akhir tahun.
Luhut berujar hal itu akan berdampak pada ekonomi Indonesia. Meski inflasi Indonesia berada di level 4,9, dengan inti inflasi di angka 2,8, tapi masih ada masalah pangan di Tanah Air.
Kendati sejumlah Pengamat Ekonomi New York mengapresiasi penanganan ekonomi Indonesia, tapi menurut Luhut, situasi di Ukraina masih harus diwaspadai. Pasalnya, perang dan dampaknya ke rantai pasok global sangat berdampak pada pangan dan energi di Tanah Air.
Apalagi, hingga kini belum bisa dipastikan kapan ketegangan geopolitik itu akan berakhir. Ditambah ketegangan antara Cina dan Taiwan yang juga berdampak banyak pada perekonomian dunia.
Lebih jauh, Luhut memastikan tidak ada yang sempurna di dunia. Karena itu, menurut dia, meski Indonesia masih banyak kekurangan, tapi jika semua lini bekerja dengan baik, masa sulit akan dapat terlewati. "Mulai dari masalah pangan, apa efisiensinya, industri-industri berjalan dengan baik, pasti bisa melewati perfect storm ini," ucapnya.
Ia juga mengingatkan kepada tiap pihak untuk tetap bekerja sama mengurangi dampak tekanan pasar ekonomi dunia. “Kita bersyukur Indonesia masih cukup baik posisinya sekarang, tapi kalau kita lebih hati-hati, kompak, dan bekerja sama, pasti bisa mengurangi dampak dari tekanan pasar ekonomi dunia,” tutur Luhut.

Komentar
Posting Komentar