Keren! Jokowi Wujudkan Pemerataan Pembangunan Lewat Infrastruktur Perbatasan

  


Jakarta - Keseriusan Presiden Joko Widodo memeratakan perekonomian terwujud lewat sejumlah program. Salah caranya yakni dengan menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

Melihat demikian, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan gebrakan baru tak henti  dilakukan  Jokowi. Utamanya dalam menjaga kebangkitan ekonomi masyarakat yang sempat lesu akibat diterjang badai pandemi "(Presiden Jokowi) membangun infrastruktur jalan, kalau jalan sudah kita buka akses ke mana saja bisa ekonomi sudah pasti hidup,” kata Rudi, Minggu (25/9) Ia menambahkan berbagai realisasi pembangunan infrastruktur yang digencarkan Presiden Jokowi semakin memudahkan mobilitas masyarakat. Bahkan mampu meningkatkan pendapatan harian.  

Hal itu terbukti, dia melanjutkan, salah satunya mampu memangkas waktu tempuh perjalanan. Memotong waktu jalan hingga separuh waktu dari sebelumnya.  

Oleh karenanya dia menilai keputusan Jokowi menggenjot sektor pembangunan infrastruktur sudah sangat tepat. Lantaran manfaat yang ditimbulkan sangat dirasakan masyarakat 

"Dulu perjalanan yang empat jam sekarang hanya butuh waktu satu jam. Orang dulu mau ke Batu Aji butuh satu jam sekarang hanya dua puluh menit. Penghematan untuk diri sendiri saja sudah dapat," pungkas Rudi. 

Hingga saat ini, total pembangunan tol telah mencapai 2.042 km, sedangkan pembangunan non-tol mencapai 5.515 km. Selain itu, pembangunan proyek bandara telah mencapai 16 bandara dan 38 bandara mendapatkan perbaikan. Pembangunan proyek pelabuhan juga dioptimalisasi dengan 18 pelabuhan baru dan sebanyak 128 pelabuhan mengalami perbaikan. 

Tak hanya pembangunan infrastruktur jalan tol, konstruksi bandara juga turut dipercepat. Percepatan konstruksi bandara turut didorong oleh presiden Jokowi yang mana hingga saat ini, terdapat 29 proyek bandara yang dapat diselesaikan dan 9 konstruksi ditargetkan akan rampung pada 2023. 

Hal itu merupakan peningkatan karena sebelumnya, hingga tahun 2014, hanya terdapat total 24 pembangunan proyek bandara di Indonesia.

Kepemimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga memasuki periode kedua telah berhasil menjaga stabilitas politik Tanah Air. Hal tersebut menjadi fondasi dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh daerah.

Keberhasilan tersebut rupanya membawa dampak positif besar bagi masyarakat. Realisasi program pembangunan Jokowi mempercepat terwujudnya visi infrastruktur yang adil dan merata.  

“Terkait stabilitas politik dua periode pemerintahan Presiden Jokowi, saya melihat bagaimana stabilitas politik kita ditarik ke kebijakan pembangunan saat ini," kata aktivis Pemuda Nasional Sahat MP Sinurat, Kamis (22/9) 

Ia menambahkan, Peran besar Jokowi tertuang dalam setiap kebijakan yang diluncurkannya, pencapaian Jokowi yang mampu membuat stabilitas politik terjaga dengan baik, tidak terlepas dari komitmen merealisasikan pemerataan pembangunan di Tanah Air. 

Peran besar Jokowi tertuang dalam setiap kebijakan yang diluncurkan pemerintah. Lebih dari itu, pembangunan infrastruktur Jokowi dinilai telah berhasil menyentuh persoalan inti masyarakat. 

"Kita tahu di era Pak Jokowi pembangunan yang beliau prioritaskan di periode pertama adalah pembangunan infrastruktur,” ujar Sahat. 

Hingga saat ini, total pembangunan tol telah mencapai 2.042 km, sedangkan pembangunan non-tol mencapai 5.515 km. Selain itu, pembangunan proyek bandara telah mencapai 16 bandara dan 38 bandara mendapatkan perbaikan. Pembangunan proyek pelabuhan juga dioptimalisasi dengan 18 pelabuhan baru dan sebanyak 128 pelabuhan mengalami perbaikan.  

Tak hanya pembangunan infrastruktur jalan tol, konstruksi bandara juga turut dipercepat. Percepatan konstruksi bandara turut didorong oleh presiden Jokowi yang mana hingga saat ini, terdapat 29 proyek bandara yang dapat diselesaikan dan 9 konstruksi ditargetkan akan rampung pada tahun 2023. Hal itu merupakan peningkatan karena sebelumnya, hingga tahun 2014, hanya terdapat total 24 pembangunan proyek bandara di Indonesia. 

Menurut Sahat, Jokowi dalam merealisasikan pembangunannya selalu menerapkan asas ideologi Pancasila. Yakni dengan memberi ruang bagi seluruh masyarakat tanpa ada yang dibedakan “Bagaimana beliau (Jokowi) itu memberi ruang untuk setiap pemeluk agama bahkan aliran kepercayaan apa pun itu bisa memeluk agamanya masing-masing dengan bebas,” pungkasnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN