Jokowi Bidik Penciptaan 300 Ribu Wirausahawan hingga Akhir 2022
Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM RI menargetkan penciptaan sebanyak 300 ribu wirausahawan baru hingga akhir 2022 guna memperkuat perekonomian dalam negeri. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan bersinergi dengan perguruan tinggi.
"Kami akan bersinergi dengan seluruh pemerintah daerah di Indonesia dan juga perguruan-perguruan tinggi yang sarjana-sarjana barunya menjadi entrepreneur," kata Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM Irwansyah Putra, usai Kick of Road to Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri di Solo, dilansir dari Antara, Senin, 26 September 2022.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah mengatakan, salah satu upaya untuk mencapai target satu juta wirausahawan adalah dengan cara memberikan pendampingan dan konsultasi.
"Kami melihat saat ini banyak sekali wirausaha di sana yang mau tumbuh mulai dari wirausaha pemula menjadi mapan, namun butuh konsultasi dan pendampingan," tuturnya.
Ia mengatakan pada pendampingan tersebut nantinya para pelaku wirausaha akan didampingi oleh para ahli. Pihaknya mencatat pada tahun ini ada sekitar 6.000 calon wirausaha yang mendaftarkan diri untuk bisa memperoleh pendampingan dan konsultasi dari Kementerian Koperasi dan UKM.
Meski demikian, setelah melewati proses seleksi hanya terpilih sebanyak 3.100 calon wirausaha. Dari total yang terseleksi tersebut, 700 di antaranya ikut program konsultasi dan 2.400 mengikuti program pendampingan usaha.
Pada proses pendampingan, akan melibatkan sebanyak 17 konsultan yang selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan pelaku wirausaha. Selanjutnya, usai dilakukan pengembangan bisnisnya akan dibutuhkan akses pembiayaan. Oleh karena itu, pihaknya akan mempertemukan pelaku wirausaha dengan lembaga pembiayaan.
"Pada program ini nanti ada inkubasi, dia menjadi start up atau para calon wirausaha. Nanti setelah itu baru yang mulai membutuhkan biaya," katanya.
Jokowi berharap dengan adanya pendampingan maupun layanan konsultasi bisa menjadikan pelaku wirausaha naik kelas, yakni dari calon wirausaha menjadi wirausaha pemula. Selanjutnya, yang pemula bisa naik kelas menjadi lebih mapan.
Kementerian Koperasi dan UKM RI menargetkan penciptaan sebanyak 300 ribu pelaku usaha baru hingga akhir tahun 2022 untuk memperkuat perekonomian dalam negeri.
Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM Irwansyah Putra usai "Kick of Road to Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri", di Solo, Minggu, 25 September 2022, mengatakan untuk mencapai target tersebut pemerintah akan bersinergi dengan perguruan tinggi.
"Kami akan bersinergi dengan seluruh pemerintah daerah di Indonesia dan juga perguruan-perguruan tinggi yang sarjana-sarjana barunya menjadi entrepreneur," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah mengatakan salah satu upaya untuk mencapai target 1 juta wirausahawan adalah dengan cara memberikan pendampingan dan konsultasi.
"Kami melihat bahwa saat ini banyak sekali wirausaha di sana yang mau tumbuh mulai dari wirausaha pemula menjadi mapan, namun butuh konsultasi dan pendampingan," katanya.
Ia mengatakan pada pendampingan tersebut nantinya para pelaku wirausaha akan didampingi oleh para ahli. Pihaknya mencatat pada tahun ini ada sekitar 6.000 calon wirausaha yang mendaftarkan diri untuk bisa memperoleh pendampingan dan konsultasi dari Kementerian Koperasi dan UKM.
Meski demikian, setelah melewati proses seleksi hanya terpilih sebanyak 3.100 calon wirausaha. Dari total yang terseleksi tersebut, 700 di antaranya ikut program konsultasi dan 2.400 mengikuti program pendampingan usaha.
Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) resmi menggelar ajang Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri. Ajang pelatihan ini dilakukan untuk mempercepat penumbuhan dan peningkatan rasio kewirausahaan di Indonesia.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Siti Azizah mengatakan program yang telah menjaring lebih dari 6.000 pendaftar ini merupakan implementasi Perpres Nomor 2 Tahun 2022 dengan tujuan meningkatkan rasio kewirausahaan 3,95 persen di tahun 2024.
"Kami percaya bahwa program ini dapat melahirkan agent of change di antara generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, inovatif, memiliki keinginan untuk tumbuh secara berkelanjutan, dan mampu menciptakan lapangan kerja," kata Siti Azizah dalam keterangan tertulis, Minggu (25/9/2022).
Azizah menuturkan melalui program Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri, para peserta akan diberikan sesi konsultasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing, mulai dari aspek pengembangan proses bisnis, penentuan target pasar, pemasaran digital, dan akses keuangan.
Azizah menerangkan hal itu tak lepas dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan KemenkopUKM sebelumnya, pelatihan atau workshop kerap tak berdampak besar karena tak sesuai dengan kebutuhan para calon wirausaha. Karena itu, pelatihan kali ini benar-benar difokuskan pada apa yang dibutuhkan oleh peserta.

Komentar
Posting Komentar