Hore! Jokowi Berikan Bedah Rumah Kepada 340 Rumah Warga Sidoarjo
Jakarta - Ratusan rumah warga di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masuk kategori tidak layak huni. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo membedah sebanyak 340 unit rumah tidak layak huni sebagai komitmen pemerintah daerah setempat untuk menyejahterakan masyarakat.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, ratusan rumah tidak layak huni milik warga itu mendapatkan bantuan perbaikan.
Bupati Sidoarjo mengungkapkan pemerintah daerah akan mengupayakan program bedah rumah ada setiap tahun karena merupakan salah satu program prioritas. Bahkan, kata dia, sasaran penerima manfaat tersebut akan ditingkatkan jumlahnya.
"Setiap tahun akan kami usahakan," tuturnya usai meninjau rumah salah satu penerima manfaat program bedah rumah di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.
Dia pun meminta pemerintah desa turut menyukseskan program bedah rumah yang digagas Pemkab Sidoarjo. Salah satunya, menyampaikan usulan penerima manfaat dari program itu.
"Kami minta proaktif dari teman-teman yang lain kalau ada usulan. Kebetulan bapak kepala desa ini (Kades Jatikalang), menurut kami proaktif memberikan informasi masyarakat yang berhak menerima program bedah rumah," ungkap Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Sidoarjo.
Gus Muhdlor membeberkan sumber dana yang digunakan untuk memperbaiki 340 rumah tidak layak huni. Sebanyak 50 rumah akan diperbaiki menggunakan dana APBD, 15 unit melalui program TMMD dan 275 melalui APBN.
"Kami akan membuka ruang-ruang lain, termasuk dari Baznas. Banyak program dari Baznas pusat maupun provinsi yang menunggu proaktif dari kabupaten, salah satunya program bedah rumah milik Baznas Sidoarjo kali ini," terangnya.
Satukin, salah satu penerima manfaat program bedah rumah asal Dusun Suwaluh Desa Jatikalang mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan rehabilitasi dari Pemkab Sidoarjo. Rumah berdinding bambu berukuran 3 meter kali 6 meter itu ditinjau langsung oleh Bupati Sidoarjo.
"Kondisinya sangat memprihatinkan, bila musim hujan atapnya bocor. Tiang penyangga juga sudah miring," ungkap Gus Muhdlor.
Bedah Rumah Kepada 340 Rumah Warga Sidoarjo
Sedikitnya ada 340 rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di Sidoarjo yang masuk program bedah rumah. Semua rumah tersebut bakal direnovasi secara gratis oleh Jokowi.
Salah satunya adalah rumah milik Satukin, warga Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Rumah berukuran 3 X 6 meter itu dihuni pria 45 tahun tersebut sendirian.
Di rumah berdinding bambu atau sesek tersebut, dia tinggal sendirian. Istri dan anaknya yang berusia sekira 3,5 tahun memilih tinggal bersama orang tua.
“Ya seperti ini kondisinya. Beberapa tiang sudah miring, atapnya juga rusak. Kalau hujan bocor,” ujar Satukin menjelaskan rumahnya yang memprihatinkan itu, Kamis (22/9/2022).
Mendapat kabar bahwa rumahnya akan direhab oleh pemerintah, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli batu itupun mengaku sangat bahagia.
“Tentu, bahagia banget. Kami bersyukur dan berterima kasih banyak atas perhatian pemerintah terhadap tempat tinggal kami,” kata dia saat rumahnya dikunjungi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Kamis (22/9/2022).
Secara simbolik Jokowi menyerahkan bantuan program bedah rumah tersebut di Balai Desa Jatikalang, Prambon, Sidoarjo. Menurut Jokowi, program bedah rumah ini diupayakan setiap tahun berjalan. Bahkan dia menyebut bahwa program ini merupakan salah satu program prioritasnya.
“Diupayakan setiap tahun ada, dan sasaran penerima manfaatnya juga akan ditingkatkan jumlahnya,” ungkap Jokowi. Dia meminta peran serta semua pihak ikut mensukseskan program bedah rumah tersebut.
Pemdes dapat menyampaikan usulan penerima manfaat dari program itu. Dengan begitu Pemkab Sidoarjo dapat membantu kesulitan warga melalui program bedah rumah ini.
"Kami minta proaktif dari teman-teman yang lain kalau ada usulan, silakan memberikan informasi masyarakat yang berhak menerima program bedah rumah ini," pesannya.
Gus Muhdlor mengatakan, tahun ini ada 340 unit RTLH yang akan dibedah. 50 unit rumah dari APBD, 15 unit melalui program TMMD dan 275 melalui APBN.
Program tersebut juga akan menggandeng lembaga lain. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat Sidoarjo menerima manfaat dari program tersebut. Salah satunya yang saat ini digandeng Baznas Sidoarjo.
"Kami akan membuka ruang-ruang yang lain, termasuk dari Baznas dan sebagainya yang ternyata banyak program dari pusat maupun provinsi yang menunggu proaktif dari kabupaten,” kata Gus Muhdlor.

Komentar
Posting Komentar