Hebat! Presiden Jokowi Berhasil Membangun Infrastruktur Di Indonesia
Jakarta - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dinilai berhasil membangun infrastruktur di Indonesia. Tidak hanya meneruskan rencana pembangunan pemerintahan sebelumnya, Presiden Jokowi juga merumuskan dari awal hingga implementasi di lapangan.
Analis Utama Ekonomi Politik Laboratorium Indonesia 2045 Reyhan Noor menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur juga perlu dukungan political will yang kuat, tidak hanya bermodalkan perencanaan. Adapun political will bisa dilihat dari besaran suatu mata anggaran fiskal yang menandakan keseriusan terhadap suatu kebijakan.
"Secara umum, banyak progres pembangunan infrastruktur yang berhasil dibangun selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini tidak hanya terlihat dari proses perencanaan, melainkan mulai dari proses pembiayaan dari fiskal dan kerja sama badan usaha hingga implementasi di lapangan," ujar Reyhan, Senin (19/9/2022).
Dia menilai keberhasilan pemerintahan Jokowi membangun infrastruktur berdampak besar terhadap perekonomian nasional. Pembangunan infrastruktur menyedot banyak tenaga kerja dalam jangka pendek.
Sementara dalam jangka panjang, pembangunan infrastruktur bisa memberikan kepastian terhadap perencanaan lainnya. Contohnya, pembangunan infrastruktur perhubungan seperti pelabuhan dan tol dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha untuk mendapatkan biaya logistik yang lebih terjangkau.
Reyhan memberikan contoh lainnya yaitu pembangunan irigasi yang dapat memberikan kepastian bagi petani untuk mendapat pasokan air bersih dalam mengolah lahan. "Menurut saya apa yang dilakukan pemerintah dengan membuat prioritas proyek infrastruktur sudah sangat baik. Hal ini berguna untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas," tuturnya.
Dirinya menyarankan perencanaan pembangunan sektor infrastruktur yang sedang berjalan harus terus dipantau agar dapat selesai meskipun melewati masa jabatan. Adapun aalah satu caranya adalah memastikan pendanaan tersedia.
Alternatif pendanaan yang perlu diperhatikan adalah kontrak kerja sama investasi dengan badan usaha. "Badan usaha perlu mendapatkan kepastian bahwa pendanaan cukup dan proyek tetap akan berjalan meskipun terjadi pergantian pemerintahan," pungkasnya.
Berbagai pihak menilai pemerintahan Presiden Jokowi berhasil dalam membangun infrastruktur. Hal inilah yang disebut-sebut membuat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi yang kuat.
"Tentu saja banyak pencapaiannya. Banyak infrastruktur yang sejatinya bisa diselesaikan di era pemerintahan sebelumnya, tapi tak selesai. Kemudian diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi, bahkan diperkuat," tegas Pengamat Ekonomi Defiyan Cori dalam keterangan tertulis, Minggu (18/9/2022).
Dia pun memberikan contoh, dari sisi konektivitas, masyarakat saat ini didukung dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga membuat ruang gerak masyarakat semakin leluasa untuk melakukan mobilitas dengan biaya yang murah.
"Logistik pun menjadi lancar dengan infrastruktur yang terbentang. Tak hanya dari sisi panjang jalan saja, tetapi juga dari aksesibilitas dan keterjangkauan, sehingga kinerja logistik menjadi lebih baik," imbuh Defiyan.
Pengamat menilai hal yang paling fenomenal dari pembangunan infrastruktur di era Jokowi yakni pembangunan bendungan yang dinilai sangat penting karena berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian. Dia juga menilai keputusan pemerintahan Jokowi untuk membangun banyak jembatan adalah keputusan sangat tepat.
"Karena itu akan memperkuat ketahanan pangan kita. Sektor pertanian menjadi semakin produktif," ujar Defiyan.
Selain itu, banyak hal yang telah menjadi pencapaian Jokowi, khususnya di sektor transportasi darat dalam kurun waktu tersebut. Pencapaian luar biasa Jokowi adalah pembangunan infrastruktur jalan tol yang sangat membantu memudahkan mobilitas.
Sedangkan politisi Nasdem Irma Suryani Chaniago menilai tak hanya membangun infrastruktur baru, Pemerintahan Presiden Jokowi juga melanjutkan proyek-proyek mangkrak dari pemerintahan sebelumnya.
"Jika tak dilanjutkan kerugian negara sangat besar (karena mangkrak)," tutur Irma.
Data menyebutkan, beberapa konstruksi jalan pada era Jokowi yang dimulai sebelum tahun 2014 dan selesai setelah tahun 2015 yaitu sejauh 222,2 km. Sedangkan konstruksi yang dimulai setelah tahun 2015 dan selesai sampai September 2022 sejauh 1.540,1 km.
750 km akan ditargetkan selesai tahun 2024. Dengan kata lain Hanya 222 km jalan tol (9 ruas) yang dimulai di era pemerintahan sebelumnya dan diselesaikan/diresmikan di era Jokowi.
Pembangunan infrastruktur yang terhitung dimulai sebelum 2014 dan selesai setelah tahun 2014 terdapat 18 bendungan dan 7 bandar udara. Sementara pembangunan infrastruktur yang dimulai setelah tahun 2014 terdapat 12 bendungan dan 22 bandar udara yang selesai sampai September 2022, 12 bendungan dan 9 bandar udara dengan target selesai tahun 2023, 10 bendungan dengan target selesai akhir tahun 2022, 5 bendungan dengan target selesai tahun 2024, serta 4 bendungan dengan target selesai tahun 2025.
Sementara itu beberapa capaian infrastruktur desa di antaranya adalah jalan desa sejauh 316.590 km, Jembatan desa sepanjang 1.597.529 m, Air bersih desa sebanyak 1.474.544 unit, Irigasi desa 501.054 unit, Pasar desa 12.297 unit, dan Posyandu 42.357 unit.
Di sisi lain, banyak pihak yang menyayangkan perbandingan yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi pun menyayangkan hal tersebut.
"Jangan merasa seolah-olah yang paling hebat. Setiap masa itu kondisi sosial politiknya berbeda-beda satu sama lain," katanya.

Komentar
Posting Komentar