Hebat! Jokowi Mampu Perkuat Kompetensi Generasi Milenia Indonesia
Jakarta - Sudah sejak lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian penuh terhadap perkembangan sumber daya manusia (SDM) Tanah Air. Sejumlah terobosan yang diluncurkan semakin menguatkan pencapaian target tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda berbagai inovasi di era Pemerintahan Jokowi menciptakan dampak positif besar. Terutama terhadap pengembangan kemampuan generasi muda atau milenial di berbagai bidang.
Dia mengatakan pengaruh baik kebijakan Jokowi bahkan konsisten terasa hingga periode kepemimpinan kedua. Karenanya hal demikian perlu mendapat respons positif dari seluruh kalangan masyarakat.
"Ini terobosan yang sangat luat biasa dan patut diapresiasi. Tentunya difasilitasi dan disiapkan pemerintah daerah dan perangkat daerah," ujar Ilham saat ditemui di Maluku beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan hal tersebut merupakan sebuah kabar yang sangat baik, khususnya dalam upaya mendorong peningkatan kualitas generasi milenial. Melalui kebijakan tersebut dia percaya nantinya dapat mampu mendorong kemajuan bagi bangsa di masa depan.
Lantaran, dia menilai, pada kemajuan teknologi seperti saat ini, generasi muda memiliki peranan penting dalam fase transisi teknologi. Karenanya menjadi perlu untuk terus mendapat dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah.
"Karena disadari bahwa kaum milenial ini memiliki potensi yang sangat besar dan ini harus difasilitasi serta disiapkan untuk kemajuan Indonesia," tandas Ilham.
Jokowi memberi perhatian penuh terhadap pengembangan potensi generasi milenial di Tanah Air. Salah satu langkah konkret Jokowi yakni dengan menggenjot akselerasi transformasi digital.
Wali Kota Madiun Maidi mengatakan Jokowi terus memberi perhatian serius terhadap kondisi generasi muda. Peningkatan kompetensi terus menjadi fokus utama guna mendukung kemajuan bangsa.
Kebijakan transformasi digital Presiden Jokowi terbukti mampu membantu kembangkan potensi generasi muda. Meningkatnya kemampuan generasi muda berdampak positif bagi pembangunan SDM di berbagai wilayah.
“Ya luar biasa. Pak Jokowi punya program pengembangan Sumber Daya Manusia berbasis digital.
Program tersebut, tambah dia, meliputi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) hingga Digital Leaderdship Academy (DLA). Menurut dia program-program tersebut digagas Jokowi untuk memacu pertumbuhan SDM digital di Tanah Air.
Dia menilai, berbagai program tersebut merupakan sebuah kabar yang bagus terlebih Jokowi telah membangun iklim positif di daerah. Dia pun percaya ke depan kebijakan digitalisasi Jokowi dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi masyarakat.
"Ini sangat membantu daerah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat khusunya anak muda,” pungkas Maidi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah memantik minat generasi muda melalui sejumlah program hingga bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Salah satu langkah konkret Jokowi yakni melalui akselerasi program Petani Milenial. Pemerintah pun menargetkan terdapat penambahan satu juta petani muda untuk memakmurkan Indonesia setiap tahunnya.
"Petani milenial menjadi satu inovasi yang hadir pada era Jokowi. Menjadi program pendorong peningakatan kemampuan generasi muda," kata Ketua Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Rina Saadah Adisurya.
Rina menilai langkah Jokowi menggandeng Perguruan Tinggi dalam merealisasikan Program Petani Milenial sudah sangat tepat. Karena lewat kampus SDM muda mengalami perkembangan signifikam.
"Kampus merupakan wadah atau rumah bagi generasi-generasi unggul. SDM unggul di sektor pertanian," jelas Rina.
Menurut Rina terkhusus pengembangan pada sektor pertanian, hadirnya program tersebut menjadi satu solusi cara peningkatan kompetensi generasi muda Indonesia. Berkat itu bisa terus meningkatkan sisi kemandirian anak bangsa.
Dia menilai Petani Milenial bisa menjadi solusi mengatasi persoalan krisis regenerasi petani. Lebih dari itu juga dapat menjadi jalan keluar dalam upaya mewujudkan capaian ketahanan pangan secara nasional.
"Sekarang yang dibutuhkan adalah sinergi semua pihak dalam hal menjaga ketahan pangan Nasional. Dan tentu kita sinergi universitas, kampus swasta, lalu dengan Pemerintah," ungkapnya.

Komentar
Posting Komentar