Duta Besar Ukraina apresiasi Kunjungan Presiden Jokowi Jadi Sinyal Positif Dari Masyarakat Dunia
Jakarta - Belum lama ini, tepatnya 1 Juli 2022, Presiden Joko Widodo melawat ke Moskow, Rusia bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kunjungan tersebut bertujuan menjembatani antara Rusia dan Ukraina demi terciptanya perdamaian dunia. Pemerintah Ukraina mengapresiasi langkah Presiden Jokowi tersebut. Kendati sampai saat ini belum ada perkembangan positif pasca kunjungan itu.
“Semua orang tahu, semua orang membicarakan soal kunjungan Presiden Jokowi (ke Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu). Kunjungan itu dilakukan di saat yang tepat. Saat situasi dunia sedang gonjang-ganjing. Jadi kami benar-benar butuh dukungan masyarakat dunia. Kunjungan Presiden Jokowi jadi sinyal positif dari masyarakat dunia,” ungkap Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin saat press conference sebelum Ambassadorial Lecture di FISIP UNS, Jumat (23/9) sore.
Menurutnya, kunjungan Presiden Jokowi membawa dua isu penting dalam situasi perang antara Rusia-Ukraina. Yakni tentang perdamaian dan keamanan dunia. Vasyl menyebut Presiden Jokowi jadi pemimpin Asia pertama yang peduli terhadap krisis perang dunia.
“Tidak ada pemimpin lain yang seperti Presiden Jokowi. Jadi kami sangat mengapresiasi langkah itu. Tapi saya tidak bicara hasil kunjungan itu. Bukan karena Presiden Jokowi, bukan karena Presiden Zelenskyy, tapi karena Vladimir Putin. Mereka (Rusia) susah diajak berdialog,” sambungnya.
Sebelum kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia, Vasyl mengaku intens berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Masyarakat Ukraina diminta untuk menurunkan ekspektasi dengan agenda lawatan Presiden Jokowi ini. Sebab jelas Rusia tetap teguh dengan pendiriannya.
“Sudah banyak negara yang menelpon langsung Vladimir Putin, termasuk Presiden Jokowi mengunjunginya langsung. Tapi tetap saja, mereka tidak mendengarkan siapapun,” imbuhnya.
Sementara itu, Kaprodi Hubungan Internasional FISIP UNS, Ignatius Agung Setyawan mengatakan kegiatan Ambassadorial Lecture ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Duta Besar Ukraina ke beberapa kampus di Jawa Tengah. Tujuannya, membagikan informasi mengenai situasi terkini di Ukraina.
“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif terkait dengan konflik yang terjadi di Ukraina kepada mahasiswa FISIP, utamanya mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional. Selain itu, mahasiswa juga dapat memahami praktik diplomasi yang sedang dijalankan oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia,” pungkasnya.
Wakil Ketua Umum MUI yang juga merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengapresiasi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendamaikan Ukraina dan Rusia melalui kunjungan kepada dua pemimpin negara tersebut.
"Hal ini, bagi saya secara pribadi, merupakan satu hal yang harus saya apresiasi karena beliau sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah dan amanat dari konstitusi, di mana kita sebagai bangsa Indonesia harus bisa berperan aktif dalam ikut menjaga ketertiban dunia," kata Anwar,
Di samping itu, ia pun mengungkapkan rasa salut atas keberanian Presiden Jokowi mengunjungi dua daerah yang sedang berkonflik tersebut.
Lebih lanjut, Anwar menilai Upaya mendamaikan Ukraina dan Rusia memang perlu dilakukan untuk menutup kemungkinan terjadinya peningkatan ketegangan antara kedua belah pihak.
Bahkan, menurut dia, apabila peningkatan ketegangan antara Ukraina dan Rusia tidak terkendali, hal tersebut dapat memicu kemunculan perang dunia ketiga.
"Kemungkinan, apabila eskalasi dan ketegangan antara pihak-pihak yang bertikai tersebut terus meningkat serta tidak terkendali, maka tidak mustahil perang dunia ketiga yang sama-sama tidak kita harapkan malah bisa terjadi," kata dia.
Dengan demikian, Anwar memandang Misi perdamaian yang dibawa Jokowi patut dihormati dan dihargai. Dan Jokowi telah melaksanakan tugasnya sebagai contoh pemimpin yang baik.
"Saya melihat Jokowi sudah melaksanakan tugasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dan saya hormat atas keputusan beliau tersebut," ujar Anwar.
Saat ini, Presiden Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan terbatas sudah tiba di Kyiv, Ukraina.
Dalam foto-foto yang dikirimkan Biro Pers Sekretariat Presiden, saat tiba di Kyiv, Presiden dikawal oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta sejumlah tentara Ukraina yang membawa laras panjang serta mengenakan pin atau lencana kecil berupa bendera Indonesia-Ukraina.
Lalu pada pukul 15.00 waktu setempat, Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina.
Saat Presiden Jokowi turun dari kendaraan, Zelenskyy tampak sudah menunggu di pintu istana. Kedua pemimpin negara itu lantas saling menyodorkan tangan bersalaman dan menyapa satu sama lain.
Dalam.pernyataan pers bersama, Presiden Jokowi menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang ditujukan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Hal tersebut menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, Rabu waktu setempat.
“Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Zelenskyy selepas pertemuan, sebagaimana informasi dari Biro Pers Sekretariat Presiden.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.
Meskipun masih sangat sulit dicapai, Presiden Jokowi juga tetap menyampaikan pentingnya penyelesaian damai dan mengatakan bahwa spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur.
Jokowi juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina.
"Saya sampaikan ke Presiden Zelenskyy bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina," kata Jokowi.
Jokowi, pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Ukraina dan Rusia, juga menuturkan kepeduliannya terhadap dampak perang bagi kemanusiaan.
Dengan kemampuan yang ada, rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi bantuan termasuk obat-obatan dan komitmen rekonstruksi rumah sakit di sekitar Kyiv, kata Jokowi.
Kepada Zelenskyy, Jokowi juga menyampaikan undangan secara langsung untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan November 2022 di Bali. Sejalan dengan itu, Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral dengan Ukraina.
"Tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Presiden Zelenskyy menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Joko Widodo ke Ukraina. Menurutnya, ini adalah kunjungan pemimpin negara Asia pertama ke Ukraina sejak invasi melanda Ukraina.
"Terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Asia sejak invasi melanda Ukraina. Saya juga mengundang kalangan usaha Indonesia untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi Ukraina pascaperang," kata Presiden Zelenskyy.

Komentar
Posting Komentar