Bicara di Markas Besar PBB! Keberhasilan Pemerintah Manfaatkan Teknologi untuk Pendidikan Indonesia

 


Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan penerapan teknologi dalam pendidikan di Indonesia sulit. Namun, pandemi covid-19 memaksa perubahan. 

“Menggunakan teknologi dalam pendidikan bukanlah suatu pilihan bagi Indonesia karena beragamnya sekolah, demografi, pemangku kepentingan, dan lain sebagainya. Teknologi dalam pendidikan sudah menjadi keniscayaan,” kata Nadiem saat didapuk berbicara mengenai teknologi dalam pendidikan pada rangkaian Transforming Education Summit yang dihelat di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kota New York, Amerika Serikat (AS) dalam keterangan tertulis, Senin, 19 September 2022. 

Nadiem menuturkan 96 persen sekolah di Indonesia tutup karena pandemi pada April 2020. Hal tersebut mengakibatkan krisis pembelajaran dan disparitas akses terhadap teknologi yang kian nyata.

“Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek secara cepat mengubah pendekatan akan teknologi," kata Nadiem dalam paparannya di hadapan pemimpin-pemimpin bidang pendidikan dari berbagai negara di dunia. 

Nadiem menyebut sering kali teknologi dipikirkan hanya setelah suatu program diluncurkan dan mengesampingkan kemudahan bagi pemangku kepentingan untuk menggunakannya. Namun, kata dia, hal ini sekarang terbalik. 

"Teknologi dikembangkan secara serius bersamaan dengan direncanakannya suatu kebijakan, serta mengedepankan kebermanfaatan dan kemudahan akses bagi penggunanya,” kata dia. 

Nadiem menyebut hal itu dibuktikan dengan berbagai platform teknologi yang kini digunakan jutaan guru, sivitas akademika, mitra-mitra pendidikan, dan UMKM. Seperti platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, Kampus Merdeka, Kedaireka, belajar.id, Arkas, TanyaBOS, dan SIPLah.

“Platform Merdeka Mengajar telah digunakan 1,6 juta guru sejak tujuh bulan diluncurkan. Sebanyak 55 ribu konten pembelajaran bagi guru tersedia pada platfom tersebut. Sebanyak 92 ribu guru juga telah mengunggah konten agar menginspirasi guru lainnya di berbagai pelosok Indonesia,” kata Nadiem. 

Nadiem mencontohkan platform Rapor Pendidikan telah dimanfaatkan lebih dari 141 ribu sekolah dan 505 pemerintah daerah. “Untuk pertama kalinya di Indonesia, pemerintah daerah memiliki akses terhadap data lengkap yang dapat membantu mereka menentukan arah kebijakan dan anggaran untuk pendidikan secara tepat guna,” ujar dia.

Direktur Pembelajaran Masa Depan dan Inovasi Bank Dunia, Jaime Saavedra, mengapresiasi capaian Indonesia. "Banyak negara yang tidak mampu bertransformasi seperti Indonesia karena tidak ada kualitas kepemimpinan di kementerian pendidikannya atau tidak ada dukungan politik. Banyak negara perlu belajar dari praktik baik di Indonesiam," kata dia. 

Nadiem berbicara dalam diskusi panel yang terdiri dari Menteri Pendidikan dan Sains Mongolia, Engkh-Amgalan Luvsanteren; Direktur Global untuk Praktik Pendidikan Global Bank Dunia, Jaime Saavedra; Direktur Pembelajaran Masa Depan dan Inovasi UNESCO, Sobhi Tawil; dan Vice President bidang pendidikan global Microsoft, Rick Herrmann. 

Kunjungan Mendikbudristek ke AS memiliki dua misi khusus. Pertama, menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam hal transformasi sistem pendidikan melalui terobosan-terobosan Merdeka Belajar. 

Kedua, mendorong kerja sama, antara lain di bidang pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas dan bidang kebudayaan dengan institusi riset dan permuseuman top dunia di AS.

Pemerintah menyerahkan sertifikat gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kepada masyarakat Indonesia.  Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Suharti, bersama Staff Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri, Siti Nugraha.

Masyarakat Indonesia sebagai pemilik budaya gamelan yang diwakili oleh 14 Pemerintah Provinsi, Institut Seni Surakarta dan Maestro Gamelan (Alm.) Rahayu Supanggah dan Made Bandem dalam acara Mahambara Gamelan Nusantara: “Gamelan Indonesia untuk Dunia” pada 16 September 2022 di Lapangan Balai Kota Surakarta. 

“Warisan-warisan semuanya luar biasa. Warisan yang sudah diinisiasi dari tahun 2014 akhirnya mendapatkan pengakuan dan tentunya gamelan yang berupa musik tradisional Indonesia yang sudah dikenal luas di dunia,” ujar Suharti dalam siaran persnya, Sabtu, 17 September 2022.

“Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek secara cepat mengubah pendekatan akan teknologi," kata Nadiem dalam paparannya di hadapan pemimpin-pemimpin bidang pendidikan dari berbagai negara di dunia. 

Nadiem menyebut sering kali teknologi dipikirkan hanya setelah suatu program diluncurkan dan mengesampingkan kemudahan bagi pemangku kepentingan untuk menggunakannya. Namun, kata dia, hal ini sekarang terbalik. 

"Teknologi dikembangkan secara serius bersamaan dengan direncanakannya suatu kebijakan, serta mengedepankan kebermanfaatan dan kemudahan akses bagi penggunanya,” kata dia. 

Nadiem menyebut hal itu dibuktikan dengan berbagai platform teknologi yang kini digunakan jutaan guru, sivitas akademika, mitra-mitra pendidikan, dan UMKM. Seperti platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, Kampus Merdeka, Kedaireka, belajar.id, Arkas, TanyaBOS, dan SIPLah.


Pada kesempatan ini, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Restu Gunawan, menambahkan, penetapan gamelan sebagai WBTb merupakan kerja keras dari pemerintah daerah seluruhnya. “Ini sebenarnya kerja keras dari pemerintah daerah seluruhnya. Akhirnya gamelan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda,” katanya.

Siti Nugraha juga menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan gamelan sebagai WBTb berkat komitmen dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Selamat atas keberhasilan gamelan sebagai WBTb. Hal ini tentu tidak lepas dari komitmen dan kolaborasi yang luar biasa antar pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga komunitas pelaku budaya terkait yang terlibat bagi diplomasi kebudayaan Indonesia,” ucapnya dalam sambutan.

Gamelan telah diusulkan kepada UNESCO sejak 2018 dan telah dinyatakan resmi masuk dalam daftar WBTb UNESCO melalui sidang ke-16 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Paris, Prancis tanggal 15 Desember 2021. Gamelan ditetapkan bersama dengan 46 warisan budaya takbenda lain, diantaranya Nora, drama-tari di Thailand Selatan, dan Al-Naoor, kerajinan seni tradisional dari Irak. 

Meskipun seremoni perayaan kali ini berbeda dengan warisan lainya yang biasanya dilaksanakan pada tahun yang sama, namun karena pandemi, perayaan baru bisa dilaksanakan tahun ini. “Ini menjadi demikian bukan berarti makna dan hakikatnya berkurang. Seremoni ini dilaksanakan juga untuk tribute kepada orang yang mendedikasikan hidupnya kepada gamelan,” jelas Restu.

Selain itu, Restu juga mengajak masyarakat untuk mengambangkan dan memanfaatkan gamelan. “Ayo kita bersama-sama kembangkan, manfaatkan gamelan kita. Jangan sampai gamelan yang memiliki nilai filosofinya tinggi sekali dan etnomusikologi dengan umur yang tua, tapi lupa tidak memanfaatkan,” ajaknya. 

Sejalan dengan itu, Suharti juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk melestarikan gamelan. “Saya harap baik pemerintah, akademisi, maupun swasta, dan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama melestarikan gamelan Indonesia yang sangat berbangga. Kita berharap lebih banyak lagi warisan budaya tak benda di Indonesia bisa diakui oleh dunia,” tambahnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURUH PENDUKUNG GANJAR PRANOWO PASARKAN PRODUK UMKM CIREBON DI WARUNG GANJARAN

Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Tragedi Halloween di Korea Selatan

GANJAR MILENIAL CENTER JATENG GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI KLATEN